Pada banyak aplikasi fullstack, masalah klasiknya bukan hanya membuat API berjalan, tetapi menjaga agar kontrak antara client dan server tetap sinkron. Di pendekatan REST tradisional, kita sering mengandalkan dokumentasi manual, generator client, atau OpenAPI untuk menjaga konsistensi. Di GraphQL, schema memberi kontrak yang eksplisit, tetapi ada biaya kompleksitas, tooling, dan pola kerja tersendiri.

tRPC menawarkan pendekatan berbeda: kontrak API diturunkan langsung dari kode TypeScript di server, lalu diinfersikan ke client secara end-to-end. Jika Anda menggunakan Nuxt 3, kombinasi ini menarik karena Nuxt sudah punya fondasi server-side melalui Nitro, composable untuk data fetching, dan ekosistem TypeScript yang cukup matang.

Artikel ini membahas implementasi yang praktis dan cukup advance: setup router dan procedure tRPC, validasi input dengan Zod, proteksi endpoint berbasis context, pemanggilan dari composable Nuxt, hingga strategi scaling saat aplikasi berkembang menjadi monorepo atau multi-module. Fokusnya bukan sekadar “bisa jalan”, tetapi bagaimana menyusunnya agar tetap mudah dirawat.