Optimasi performa Nuxt tidak cukup hanya mengaktifkan build production lalu berharap semua halaman cepat. Pada aplikasi nyata, masalah performa biasanya datang dari kombinasi beberapa faktor: bundle Nuxt yang terlalu besar, komponen yang tetap di-hydrate padahal tidak perlu interaktif sejak awal, dependency berat yang ikut masuk ke client, render berulang yang tidak perlu, serta strategi caching yang kurang tepat di sisi server dan edge.

Pada artikel ini, kita akan membahas pendekatan modern untuk meningkatkan performa Nuxt secara sistematis. Fokusnya bukan sekadar “mempercepat”, tetapi menemukan bottleneck, memahami penyebabnya, lalu menerapkan optimasi yang memberi dampak pada Core Web Vitals Nuxt seperti LCP, INP, dan CLS.

Topik yang dibahas mencakup analisis bundle, code splitting, dynamic import, lazy hydration, route rules, caching server, hingga checklist tuning untuk proyek nyata. Contoh konfigurasi di bawah dibuat ringkas, tetapi cukup dekat dengan pola implementasi yang umum dipakai.