Membedah bug legacy backend sering kali bukan soal mencari baris kode yang salah hari ini, tetapi memahami keputusan buruk yang tertanam di data bertahun-tahun lalu. Dalam banyak sistem lama, aplikasi modern terlihat “aneh” karena harus diam-diam memperbaiki data saat request diproses, bukan karena logika bisnis saat ini salah.
Masalah utamanya biasanya begini: ada data historis yang bentuknya cacat, tetapi terlalu banyak alur bisnis yang bergantung padanya. Akibatnya, tim menambahkan workaround di runtime agar request tidak gagal. Ini memang menyelamatkan produksi dalam jangka pendek, tetapi bisa menyembunyikan akar masalah, memperumit debugging, dan membuat perilaku sistem tidak konsisten antar endpoint, job, dan service.
Artikel ini membahas studi kasus praktis: backend legacy yang menyimpan aturan status order secara tidak konsisten, lalu sistem modern terpaksa “membetulkan” nilai itu setiap kali dibaca. Fokusnya bukan drama bug, melainkan cara berpikir, langkah investigasi, trade-off teknis, dan guardrail setelah perbaikan.
Komentar
0 komentar
Masuk ke akun kamu untuk ikut berkomentar.
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama ikut berdiskusi!