1. Stres Ringan (Eustress)
Kondisi stres yang normal, bersifat sementara, dan justru sering kali menjadi pendorong atau motivasi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas.
Gejala: Sedikit cemas menghadapi ujian atau presentasi, namun masih bisa fokus dan produktif.
Dampak: Membantu mahasiswa untuk lebih waspada dan meningkatkan kinerja akademik.
2. Stres Sedang
Kondisi di mana tekanan mulai dirasakan terus-menerus dan mulai mengganggu keseimbangan aktivitas sehari-hari.
Gejala: Sulit berkonsentrasi, sering menunda pekerjaan (prokrastinasi), gangguan tidur, mudah tersinggung, dan mulai mengabaikan pola makan atau kesehatan.
Dampak: Menurunkan efisiensi belajar dan mulai menimbulkan ketidaknyamanan emosional yang nyata.
3. Stres Berat (Distress)
Kondisi akut atau kronis di mana tekanan sudah melampaui kemampuan adaptasi mahasiswa.
Gejala: Kelelahan ekstrem (burnout), menarik diri dari lingkungan sosial, merasa putus asa, kecemasan berlebih, hingga munculnya keluhan fisik yang serius (seperti sakit kepala kronis atau masalah pencernaan).
Dampak: Penurunan drastis pada prestasi akademik, risiko kegagalan studi, serta potensi gangguan kesehatan mental yang lebih serius yang memerlukan bantuan profesional.